UMKM Desa Kepuhrejo: Mengangkat Potensi Lokal
Desa Kepuhrejo memiliki beberapa dusun, di antaranya Dusun Tapan, Duwon, Keron, dan Babadan. Berbagai Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berkembang di desa ini, seperti produksi batu bata, batik, sambal pecel, kacang sembunyi, dan kerupuk lele. UMKM ini berperan penting dalam perekonomian desa, bertujuan meningkatkan nilai jual hasil pertanian serta kesejahteraan masyarakat, khususnya para ibu.
Batik Desa Kepuhrejo
UMKM batik di Desa Kepuhrejo dikelola oleh ibu-ibu desa, dengan motif khas yang terinspirasi dari hasil pertanian setempat. Beberapa motif batik yang dihasilkan antara lain:
-
Batik Parang Kacang
-
Batik Kacang Ayam
-
Batik Motif Pohon Jeruk
-
Batik Kacang Nyebar

UMKM DUSUN BABADAN
Dusun Babadan memiliki UMKM yang dikelola oleh ibu-ibu setempat, berfokus pada pengolahan hasil pertanian menjadi produk makanan yang berkualitas.

Sambal Pecel
50.000 / 1 kg
Terbuat dari kacang tanah hasil panen petani setempat, sambal ini memiliki perpaduan rasa pedas, manis dari gula merah, serta gurih dari kacang tanah yang dihaluskan secara tradisional.

Kerupuk Lele
35.000 / 1 kg
Camilan khas berbahan dasar ikan lele segar dari budidaya lokal oleh dusun babadan. Diproses dengan bumbu pilihan, dikeringkan, lalu digoreng hingga renyah, menghasilkan rasa gurih khas ikan lele.

Kacang Sembunyi
40.000 / 1 kg
Camilan berbahan kacang tanah yang dibalut kulit pangsit, memberikan tekstur renyah. Tersedia dalam varian rasa manis, jahe, dan pedas.
UMKM Dusun Keron
Dusun Keron memiliki UMKM batu bata, yang diproduksi oleh Bapak Kadir. Batu bata dibuat dari tanah liat dengan proses panjang, mulai dari pencetakan, pengeringan, hingga pembakaran selama 1-2 minggu.

