Pertanian
Berjuluk sebagai desa sentra jeruk pomelo dan kacang tanah, sektor pertanian di desa Kepuhrejo menjadi salah satu sektor andalan dalam meningkatkan perekonomian desa. Dengan mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai petani, desa Kepuhrejo siap untuk menjadi desa yang siap dan andal di bidang pertanian.
Kepuhrejo dan Komoditas Pertaniannya
Petani di desa Kepuhrejo secara umum menanam beberapa komoditas seperti cabai, kacang tanah, padi, dan sayuran. Akan tetapi, kacang tanah menjadi komoditas yang paling menguntungkan. Komoditas kacang tanah memiliki Siklus tanam yang dimulai dari bulan Juni hingga September dan pembenihan dilakukan pada bulan Februari dan panen pada bulan Mei. Dari satu hingga dua kotak lahan dapat menghasilkan sekitar satu ton kacang tanah, dengan pendapatan yang menjanjikan.
Selain kacang tanah, beliau juga menanam jagung sebagai tanaman sela antara masa tanam kacang tanah dan padi yang biasanya ditanam pada bulan September hingga November, atau November hingga Desember, dengan frekuensi tanam satu hingga dua kali setahun. Sementara itu, padi ditanam pada bulan Desember hingga Januari, dengan panen yang dilakukan pada bulan Maret. Padi juga ditanam satu hingga dua kali setahun, tergantung kondisi cuaca dan lahan.

Harga Jual
Harga jual komoditas pertanian secara umum cukup bersaing di pasaran. Kacang tanah yang telah dikupas dijual dengan harga Rp4.000 per kilogram, jagung Rp4.500 per kilogram, dan padi berada pada kisaran Rp7.300 hingga Rp7.500 per kilogram. Untuk mendukung hasil panennya, beliau membeli benih di toko pertanian dengan kebutuhan per kotak mencapai 20–25 kilogram untuk kacang tanah, 2,5–3 kilogram untuk jagung, dan 7 kilogram untuk padi. Hasil pertanian biasanya dijual langsung kepada pedagang tanpa melalui perantara. Pada musim panen, para pedagang sering datang langsung ke wilayahnya untuk membeli kacang tanah.

Petani sebagai Mata Pencaharian
Dalam kegiatan bertani, biasanya terdapat tim kerja yang terdiri dari regu tanam serta tim khusus untuk mencangkul dan membajak. Biasanya para petani bekerja dari pukul 07.00 hingga 10.30 di pagi hari, dan dilanjutkan pukul 13.00 hingga 16.00 di sore hari.
